Sabtu, 09 April 2011

WIKILEAKS

BI 2 Softskill 2011

WikiLeaks atau Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.

Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks. Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki.

WikiLeaks telah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk New Media Award dari majalah Economist untuk tahun 2008. Pada bulan Juni 2009, WikiLeaks dan Julian Assange memenangkan UK Media Award dari Amnesty International (kategori New Media) untuk publikasi tahun 2008 berjudul Kenya: The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances, sebuah laporan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya tentang pembunuhan oleh polisi di Kenya. Pada bulan Mei 2010, New York Daily News menempatkan WikiLeaks pada peringkat pertama dalam "situs yang benar-benar bisa mengubah berita".

Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan. Selanjutnya, pada Oktober 2010, hampir 400.000 dokumen Perang Irak dibocorkan oleh situs ini. Pada November 2010, WikiLeaks mulai merilis kabel diplomatik Amerika Serikat.

Wikileaks Indonesia

Situs Wikileaks Indonesia diduga ataupun diperkirakan terjadi bocoran data-data penting milik Amerika Serikat (AS), dimana bocoran itu berupa 251.287 memo diplomatik yang bocor diplomatik dari berbagai kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di mancanegara, termasuk dari Jakarta.

Untuk menyikapi kasus bocornya Wikileaks Indonesia tersebut, dan ketika Juru Bicara Presiden bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah sudah mendengar adanya komunikasi perwakilan AS di Indonesia yang dibocorkan Wikileaks. Teuku Faizasyah berkata, “Pada waktunya nanti kita akan tahu informasi apa yang ditulis oleh Wilikeaks”. Tegasnya.

Tiga dokumen yang telah dibocorkan oleh Wikileaks tentang Indonesia, adalah :

Masalah Timor Timur (dokumen rahasia tanggal 5 November 1999) :

~ Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.

~ Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.
~ Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia tentang menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.
~ Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dolar AS, Economic Support Funds 5 juta dolar AS dan IMET 400 ribu dolar.

Masalah Pemilu Indonesia Tahun 2004 (dokumen tanggal 20 Mei 2005) :

~ SBY disebut sebagai dengan istilah "the thinking general" atau Jendral yang suka berpikir.
~ Bila Wiranto jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur.
~Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.

Masalah Pelatihan Kopassus (Dokumen Tanggal 26 Januari 1999) :

~ Sejak 1992, Kongres AS menghentikan program Pelatihan dan Pendidikan Militer Internasional (IMET) untuk Indonesia setelah tragedi Santa Cruz. Namun, di bawah program JCET Dephan yang di setujui oleh Deplu, pasukan Baret Hijau AS melatih 60 anggota pasukan khusus TNI di Indonesia yang sebagian besar Kopassus. JCET berdalih pelatihan murni militer meskipun kurikulum latihan perang kota berjudul 'crowd control'.
~ April 1998, anggota Kongres AS menyurati Menteri Pertahanan Cohen Evans yang menyebut program JCET mengakali larangan Kongres. JCET dihentikan 8 Mei 1998.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar